Tan Malaka adalah pejuang yang militan, radikal dan revolusioner. Tokoh ini banyak melahirkan pemikiran - pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris. Tokoh yang memiliki nama utuh Ibrahim Datuk Tan Malaka, namun lebih dikenal sebagai Tan Malaka, adalah seorang Minang yang merantau di usia muda. Menghabiskan sebagian usianya di mancanegara, khususnya Belanda dan Rusia, Asia Timur dan Asia Tenggara juga pernah disinggahinya.
Tan Malaka adalah sosok kontroversial. Ia adalah tokoh kiri, tetapi tak bersedia patuh pada komunisme Moskwa ataupun Peking, bersikap radikal diluar negeri dan di negerinya sendiri. Di masa revolusi, Tan Malaka adalah sosok yang disegani. Soekarno menganggapnya sebagai guru revolusi. Hatta menyebutnya sebagai sosok yang tak mudah membungkukkan tulang punggungnya. Malah sebagian orang menyebutnya sebagai filosof Indonesia yang paling awal. Dalam usia muda ia pernah dielu - elukan dinegara tirai besi, dianggap sebagai tokoh komunis yang disegani di Asia Timur dan Tenggara.
Tan Malaka dikonstruksikan sebagai tokoh pergerakan nasional yang berpemikiran kiri, beliau dianggap menentang pemerintah sehingga dikejar, ditangkap dan dibunuh oleh tentara negerinya sendiri. Ia dianggap tokoh yang banyak ulah, menetang petinggi negara, suka ngotot dan sulit diajak kompromi dan sangat mungkin inilah penyebab kematiannya, ia tewas dibunuh ditangan tentara negerinya sendiri.
Apakah beliau seorang penganut tulen arus besar komunisme Rusia dan Cina ?, ternyata tidak . Hal itu bisa dibuktikan dengan perbedaan pandangannya dari tokoh - tokoh komunisme Rusia seperti Alimin, Semaun dan Muso, yang menghendaki revolusi diterjemahkan sebagai pemberontakan masa rakyat .Tan Malaka memutuskan membelot dari arus komunis Rusia dan China, ia ingin menjadi diri sendiri. Iapun keluar dari PKI dan membentuk PARI.
Kamis, 30 Agustus 2007
Tan Malaka
Rabu, 22 Agustus 2007
Kesejatian
Gue ga yakin di jaman sekarang ini masih ada yang namanya cinta sejati .Kenyataan dilapangan banyak orang yang sudah jelas punya tambatan hati tapi masih sering jatuh cinta kelain hati.
Cinta buat gue bak rimba belantara yang hanya punya sedikit cahaya. Dimana dalam rimba raya itu tiap - tiap jiwa ada disana. Suatu saat dua jiwa bertaut penuh rindu dan cinta. Bagi mereka yang buta ilmu, hati dan mata namun rela masuk ke kedalaman rimbanya, suatu saat saat akan menyesalinya. Jika tidak saat ini mungkin nanti.
Masih menurut gue dalam kesejatian cinta ada kesungguhan, pengorbanan dan keikhlasan yang diupayakan terus menerus dan tak berbatas.Kesejatian bukan mainan murah ecek - ecek , tapi puzzle yang menuntut kecerdasan spritual , emosional dan " intelektual " . Kenapa kata intelektual gue kasi tanda petik ? alasannya adalah keintelektualan disini bukan mutlak milik mereka yang makan bangku pendidikan formal saja, tapi juga milik mereka yang mau belajar terus untuk dapat membaca, mencerna, memahami realita asmara yang terjadi dalam kehidupan, lalu terus menerus berusaha mencapai kesejatian cinta buat diri dan pasangan terkasihnya.
Emang masih ada ! ?? ?, tauk ahh elap
Diposting oleh
sari
di
22.50
Label: Opini Bebas
Selasa, 21 Agustus 2007
Kenapa Enggak ?
Mencoba mencintai seseorang yang tidak kita citai kenapa enggak,
pernah denger gak ama pepatah Jawa yang ini nih “ witing tresno
jalaran soko kulino “. yang kalo boleh diartiin cinta bisa tumbuh
karena seringnya bertemu dan berinteraksi itens. Banyak lo pasangan
( suami isteri ) yang tadinya berperasaan datar – datar aja tiba –
tiba jadi suka, rindu lama – lama cinta beneran. Lihat and pasang
kuping deh ama cerita orang yang seangkatan kakek – nenek atau malah
ortu kita sendiri, banyak dari mereka yang menikah lantaran dijodohin
aku sih gak mo ngeributin soal perjodohan ini apalagi ampe konfrontasi
dengan penganut faham anti perkawinan tanpa jatuh cinta dulu, gak
lah ! . Aku cuma pengen aja open minded diriku sendiri bahwa bisa aja
kan dan kenapa enggak kalo aku juga suatu saat dapat suami hasil
perjodohan.
Pribadiku sendiri sih ga penganut faham harus pacaran dulu before
married, argumenku : lama atau sebentarnya pacaran tidak menjamin satu
perkawinan bakal langgeng . pacaran Cuma buang waktu dan
duit ! ?..plus kayaknya lebih banyak palsunya ( hi 3x ) . Pendapatku
ini buat para akademisi mungkin berlebihan dan terlalu cepat mengambil
kesimpulan tanpa dasar pembuktian. Emang sih ! this thesis is just
coming from my opinion that have a basic of my religion, jadi enjoy
aja : ) tuh dalam menjalani kejombloan ini ( kayak iklan rokok tuh ,
ga perlu pusing apalagi ampe 7 keliling ) .
Dijodoin…kenapa enggak selagi:
Prosesnya baik and pake aturan yang sifatnya tidak maksa banget.
Para pasangan yang akan dijodohkan haruslah diberi informasi yang
benar tentang bagaimana kekurangan dan kelebihan masing – masing
pasangan dari pihak yang mau ngejodoin.
Nah jangan lupa akan satu hal yang ga kalah penting yaitu punya niat
dan tujuan yang baik begitu dirimu merasa inilah saat yang tepat
untukmu membangun mahligai rumah tangga
( te’ ile gue kayak nenek – nenek aje nasehatin segala ) .
Diposting oleh
sari
di
22.15
Label: Opini Bebas
Penipu Sukses
Aku adalah seorang penipu, maling dan penjarah yang sukses. Hidup
berkecukupan serta hidup terpandang.Sejak awal memang cita - citaku
menjadi penipu yang sukses . Dibesarkan oleh keluarga yang juga
terkenal sukses menipu maka tak salah jika aku ingin meneruskan
dinasti penipu ini . Ibarat kacang yang tak ingin lupa kulit aku akan
meneruskan apa yang telah diajarkan dan diteladankan oleh mami papiku.
Ada satu nasehat mereka yang tak mungkin aku lupa lupakan, begini:
anakku sang pangeran penerus generasiku jadilah penipu ulung yang
kelak dielu - elukan serta diabadikan menjadi pahlawan ini dan itu.
Sungguh orang tua yang bijaksana. Dengan penuh sayang dan limpahan
kemanjaan serta kemewahan dari hasil menipu, maling dan menjarah
dibesarkanlah diriku. Aku benar - benar bahagia dan bangga dengan
mereka . Ya Harta , Benda, Kedudukan dan Gila Hormat yang menjadi
Tuhanku masukkanlah keduanya dalam surgaMu.
Untuk menjadi penipu yang sukses ternyata sangat mudah terutama di
negeri tercinta Abrakadabra ini. Ku pilih kulit bunglon sebagai
stelan jas, kemeja, kaos, piyama berikut sepatu sampai celana dalamku
dengan begitu mereka yang tidak segolongan denganku tidak akan tahu
siapa aku sebenarnya. Dengan memanfaatkan kedudukannku kuperbesar
bisnis raksasa yang tidak lain adalah peninggalan leluhurku.
Berpenampilan santun, soleh, dermawan rumah ibadah dan anak yatim yang
penuh kepura - puraan seakan takut akherat itu akal bulusku.
Satu kali aku terkena sedikiiiit perubahan zaman di negeri ini ( namun
beruntunglah ternyata karena masih banyak kroni dan peninggalan
kharisma tukang tipu dari papi mami ) aku sempat terbelenggu oleh
mereka - mereka yang jelas belum berhasil ku tipu. Tapi tak apalah
hanya sekejap itupun aku masih bisa dengan asik dan bebasnya menikmati
kesuksesaan cecunguk 2 dari imperium papi mami.
Ah... bahagianya aku bisa hidup bergelimpang harta dan wanita tanpa harus
bersusah - payah cukup hanya kepandaian menipu plus berwajah palsu.
tak akan keliru
Diposting oleh
sari
di
19.18
Label: Puisi Bebas
Antara Kopi dan Cangkir
Jam kedua mulai muncul guratan dahi yang menampilkan keadaan sebenarnya. Hampir semua yang hadir sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati mereka tak secerah apa yang mereka miliki dan duduki. Bahwa dolar mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang mereka kendarai serta merek baju dan jam tangan yg mereka pakai. Namun di lain pihak, mereka sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup. Di satu sisi mereka sukses meraih kekayaan, di sisi lain mereka miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. They have money but not life.
Sewaktu membaca e-mail yang dikirim rekan saya Ucup, begitu panggilan akrabnya, saya ikut tertegun. Sesederhana itu rupanya. Profesor yang bijak selalu membuat yang sulit jadi mudah, sedangkan politikus selalu membuat yang mudah jadi sulit. Betapa banyak di antara kita yang salah menyiasati hidup ini dengan memutarbalikkan kopi dan cangkir. Tak jelas apa yang ingin kita nikmati, kopi yang enak atau cangkir yang cantik.
Diposting oleh
sari
di
00.50
0
komentar
Label: Inspirasi
Senin, 20 Agustus 2007
UKM ( USAHA KECIL MERANA )
Jakarta 27/8/07
Untuk urusan yang satu ini Insya Allah sekuat tenaga gue akan bertahan, nah ! dalam hal ini gue harus yakin selagi gue tetep kerja keras dan berusaha untuk tetep berusaha nyajiin makanan yang enak juga terjangkau suatu saat akan ada efek balik yang bagus ( ini da banyak gue baca dari literatur manajemen bisnis lo ).
Diposting oleh
sari
di
01.52
0
komentar
Label: Uneg - Uneg
