Tan Malaka adalah pejuang yang militan, radikal dan revolusioner. Tokoh ini banyak melahirkan pemikiran - pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris. Tokoh yang memiliki nama utuh Ibrahim Datuk Tan Malaka, namun lebih dikenal sebagai Tan Malaka, adalah seorang Minang yang merantau di usia muda. Menghabiskan sebagian usianya di mancanegara, khususnya Belanda dan Rusia, Asia Timur dan Asia Tenggara juga pernah disinggahinya.
Tan Malaka adalah sosok kontroversial. Ia adalah tokoh kiri, tetapi tak bersedia patuh pada komunisme Moskwa ataupun Peking, bersikap radikal diluar negeri dan di negerinya sendiri. Di masa revolusi, Tan Malaka adalah sosok yang disegani. Soekarno menganggapnya sebagai guru revolusi. Hatta menyebutnya sebagai sosok yang tak mudah membungkukkan tulang punggungnya. Malah sebagian orang menyebutnya sebagai filosof Indonesia yang paling awal. Dalam usia muda ia pernah dielu - elukan dinegara tirai besi, dianggap sebagai tokoh komunis yang disegani di Asia Timur dan Tenggara.
Tan Malaka dikonstruksikan sebagai tokoh pergerakan nasional yang berpemikiran kiri, beliau dianggap menentang pemerintah sehingga dikejar, ditangkap dan dibunuh oleh tentara negerinya sendiri. Ia dianggap tokoh yang banyak ulah, menetang petinggi negara, suka ngotot dan sulit diajak kompromi dan sangat mungkin inilah penyebab kematiannya, ia tewas dibunuh ditangan tentara negerinya sendiri.
Apakah beliau seorang penganut tulen arus besar komunisme Rusia dan Cina ?, ternyata tidak . Hal itu bisa dibuktikan dengan perbedaan pandangannya dari tokoh - tokoh komunisme Rusia seperti Alimin, Semaun dan Muso, yang menghendaki revolusi diterjemahkan sebagai pemberontakan masa rakyat .Tan Malaka memutuskan membelot dari arus komunis Rusia dan China, ia ingin menjadi diri sendiri. Iapun keluar dari PKI dan membentuk PARI.
