Mencoba mencintai seseorang yang tidak kita citai kenapa enggak,
pernah denger gak ama pepatah Jawa yang ini nih “ witing tresno
jalaran soko kulino “. yang kalo boleh diartiin cinta bisa tumbuh
karena seringnya bertemu dan berinteraksi itens. Banyak lo pasangan
( suami isteri ) yang tadinya berperasaan datar – datar aja tiba –
tiba jadi suka, rindu lama – lama cinta beneran. Lihat and pasang
kuping deh ama cerita orang yang seangkatan kakek – nenek atau malah
ortu kita sendiri, banyak dari mereka yang menikah lantaran dijodohin
aku sih gak mo ngeributin soal perjodohan ini apalagi ampe konfrontasi
dengan penganut faham anti perkawinan tanpa jatuh cinta dulu, gak
lah ! . Aku cuma pengen aja open minded diriku sendiri bahwa bisa aja
kan dan kenapa enggak kalo aku juga suatu saat dapat suami hasil
perjodohan.
Pribadiku sendiri sih ga penganut faham harus pacaran dulu before
married, argumenku : lama atau sebentarnya pacaran tidak menjamin satu
perkawinan bakal langgeng . pacaran Cuma buang waktu dan
duit ! ?..plus kayaknya lebih banyak palsunya ( hi 3x ) . Pendapatku
ini buat para akademisi mungkin berlebihan dan terlalu cepat mengambil
kesimpulan tanpa dasar pembuktian. Emang sih ! this thesis is just
coming from my opinion that have a basic of my religion, jadi enjoy
aja : ) tuh dalam menjalani kejombloan ini ( kayak iklan rokok tuh ,
ga perlu pusing apalagi ampe 7 keliling ) .
Dijodoin…kenapa enggak selagi:
Prosesnya baik and pake aturan yang sifatnya tidak maksa banget.
Para pasangan yang akan dijodohkan haruslah diberi informasi yang
benar tentang bagaimana kekurangan dan kelebihan masing – masing
pasangan dari pihak yang mau ngejodoin.
Nah jangan lupa akan satu hal yang ga kalah penting yaitu punya niat
dan tujuan yang baik begitu dirimu merasa inilah saat yang tepat
untukmu membangun mahligai rumah tangga
( te’ ile gue kayak nenek – nenek aje nasehatin segala ) .
Selasa, 21 Agustus 2007
Kenapa Enggak ?
Diposting oleh
sari
di
22.15
Label: Opini Bebas
