Menurut Budiman Sudjatmiko, aktivis yang kini aktif di PDI-P : " Kunci utama untuk memperbaiki kondisi bangsa adalah dengan mereformasi birokrasi" . Sehebat apapun pemimpin atau program kerja yang disusun, tidak akan banyak berarti jika tidak didukung reformasi birokrasi. Tanpa reformasi birokrasi orang baik dan hebat yang memimpin negeri ini dapat dipastikan akan tersendat ketika akan menjalankan kebijakan peningkatan kesejahtraan rakyat. Kebijakaan tersebut akan cenderung disabotase oleh mereka yang selama ini memperoleh keuntungan dari tidak efisiennya birokrasi. Beberapa step yang Budiman resepkan agar reformasi birokrasi dapat terimplemantas diantaranya adalah:melakukan pensiun dini yang dimaksudkan untuk memudakan birokrasi, peningkatan profesionalisme SDM, rotasi serta penegakan hukum .
Sedangkan menurut Eko Prasodjo ( Pakar Administrasi Politik UI ) ; banyak pihak yang menyadari dan memahami arti pentingnya reformai di jajaran birokrat, namun ada hal - hal yang membuat reformasi hanya menjadi wacana. Berbagai kekuatan politik selama ini juga masih cenderung menjadikan birokrasi sebagai tempat mencari uang seperti contoh kasus yang terjadi di Departemen Kelautan dan Perikanan yang terungkap beberapa saat lalu, dimana ternyata banyak uang ari departemen itu yang mengalir keberbagai kekuatan politik. Akibat sikap berbagai kekuatan politik yang menjadikan birokrasi sebagai sumber dana ini akan membuat ide - ide tentang reformasi birokrasi selama ini seperti menemui jalan buntu.
Reformasi birokrasi berarti juga usaha untuk mengubah perilaku dan budaya birokrat. Usaha merubah ini tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu yang lama? dan usaha yang terus menerus karena kebiasaan dan inefisiensi di tubuh dan para pelaku ( birokrat) sudah tertanam bertahun - tahun lamanya.
( Disadur dari NWO, Kompas 3/11/2007 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar