Jumat, 09 November 2007

Anak Orang Gedean

Jika anak orang berada, pintar ini dan itu, punya banyak akses untuk kerja disana dan disitu, buat gue itu satu hal yang biasa malah ga ada kejutannya alias biasa saja. Jika anak orang berada,pintar ini dan itu,punya banyak kesempatan dan akses disana disini tapi mudah stress itu biasa dan...biarkan saja. Mereka tak mengenal susah apalagi menderita, yang terhampar di depan mata hanya kemudahan demi kemudahan. Kerikil kecil baginya besar, mudah merengek minta fasilitas ini dan itu. Ha 3x, jago kandang dan hanya tau kompetisi semu.

Jika anak orang berada yang kekayaan bokap dan maknya entah dari mana, gak jelas asal usulnya, lebih suka ngebanggain kedudukan dan kehormatan semu ortunya...itu mah biasa aja atuh !, gede tapi bodong, pintar dari segi inteleknya tapi masih perlu dipertanyakan kepekaan sosial dan mentalitas ketangguhannya. Wauaahaaa 3x kasian sekali.

Jika anak penggede jadi birokrat atau politisi karena keturunan lantas berulah yang memalukan ,....itu mah! bukan hal yang luar biasa lagi tapi emang biasa. Korup, manipulasi proyek ini - itu, itu mah....wajar - wajar aja. Itu belum seberapa yang lebih yahud mereka itu biasa tampil sempurna dan rakyat pun jadi terpesona. Bayangkan saja begitu mereka selesai merampas akses rakyat diluar kekroniaannya dan membunuh sumber mata pencarian jutaan rakyat yang bukan geng nya, mereka bisa dengan mudah menampilkan wajah bijak sambil tersenyum memikat . Hi 3x buat gue mereka cuma badut - badut intelek yang lucu.

Jangan pertanyakan kadar nasionalisme mereka, lha wong menjual negara sendiri saja penuh dengan suka cita , lha kan yang masuk keperutnya, yang sudah membesarkan dan menyekolahkannya adalah uang negara yang tanpa rasa dosa sudah ditilep ortunya . Uang haram yang sudah mendarah daging, kualitas didikan yang diterima dari kedua orangtuanya sudah membentuk kepribadian dan mentalitas anak mami - papi sedemikian rupa ...hi 3x bukankah itu proses internalisasi penanaman nilai - nilai amoral yang berhasil ?

Jika anak - anak penggede itu melakukan tindakan melawan hukum dan nilai nilai keadilan namun selalu bebas dari sentuhan hukum( karena ortunya juga selalu lolos dari jerat hukum) dan selalu dapat melenggang bebas tanpa beban malu dan perasaan berdosa,...sama aja itu juga ga ada anehnya. Pikir - pikir.....uenak sekali ya ?

Jika bangsa yang mayoritas ini masih mau dikuasai oleh para penguasa yang lahir dan besar dilingkungan yang tak pernah merasakan betapa sulitnya kehidupan rakyat jelata, yang sudah sedemikian kerja kerasnya namun tetap saja kemakmuran masih sangat jauh dari jangkauan dan mata...., ??? apa jadinya ya????