Kamis, 24 Januari 2008

Jalan - Jalan

Kalo denger kata jalan – jalan pasti yang terbayang di kepala saya itu gak jauh dari yang enuak – uenak. Jalan – jalan yang saya maksud disini sama halnya dengan rekreasi . Cuci mata dengan melihat – lihat yang bisa bikin mata, hati mak nyesss dan bibir ini serasa mau tersenyum seikhlasnya terus dan terus. Jadi jalan – jalan yang saya maksud itu ya yang ada hubungannya dengan senang – senang saja, just having fun tanpa beban gitu lo. Beban pekerjaan, beban moral dan beban rutinitas lainnya. Kedengarannya enak ya ?, ya iya lah ! baru dengernya aja enak apalagi ngelakonin pasti tambah uenak.

” Enak – sih enak Sar tapi itu kan gak gratis, kudu punya persiapan ini –itu terutama duit yang banyak ato ga minimal cukup buat ongkos dsblah ” !, kata teman saya nyeletuk .Lha nggak juga la yaw. Kalo jalan - jalannya kayak anggota DPR buat studi banding, atau gak perjalanan dinasnya para birokrat di Departemen selain gratis juga dapet duit . ” Ya enggak lah Sar , mereka kan emang dalam rangka kedinasan . Kan tujuan mereka juga untuk kebaikan negara ini” . ” Wajar kalau negara memfasilitasi mereka ini dan itu , mereka sudah bekerja dan berpikir untuk negara ini ”. Kembali teman saya yang baik hati itu mengeluarkan prasangka baik yang keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.

O wualllahh #?*?$# !, maafkan saya ya. Saya memang warga negara yang tidak tahu diri Cuma bisa protes nuntut ini dan itu. Tapi saat saya sedang ngomong soal jalan – jalan, saya itu sedang kepengen kumat edannya . Karena edannya saya, opongan saya ya suka – suka saya. Semoga teman saya yang memang aselinya baik itu tidak ikutan edan estela mendengarkan ocehan saya yang ngawur dan ngalor - ngidul
.

Jadi yang saya maksud anggota DPR dan birokrat itu, ya saya sendiri. Sayalah yang memerankan dua lakon itu. Karena dari awal saya itu ndableg, gendeng dan bebal ya begitu jadi lelakon DPR dan birokrat mental karakter saya tetap saja nduablegg!.

Jadi jangan heran jika, dengan alasan studi banding atau menijau ini dan itu saya bisa mlancong keberbagai daerah. Saat lakon birokrat, diminta atau tidak saya akan sesering mungkin minta SPPD ( Surat Perintah Perjalanan Dinas,). Dengan SPPD yang benar maupun yang fiktif, dompet saya bakalan penuh duit buat modal jalan dan senang – senang. Senang – senang di dalam maupun luar negeri. Saya juga senang jadi lakon PNS. Jadi PNS biar ga bisa bahasa asing dan cuma modal bantu 2 fotocopy sama bawain tas kopor/barang2 bos , saya sudah bisa jalan 2 ke LN kok.

Lakon – lakon saya itu semuanya enak – enak . Memang saya hidup itu untuk mencari yang enak – enak. Termasuk cari lakon dalam berperan di negeri Republik Dongeng.