Selasa, 01 Januari 2008

Parodi Diri

Taun baru neeh !. Dimana - mana hampir semua ngucapin selamat untuk kedatangan ..mahluk ini, tak terkecuali saya. Saya ikut mengucapkan basa- basi ini kebeberapa orang yang saya benar - benar saya kenal maupun cuma kenal begitu saja. Saya cuma mengekor, ikut - ikutan kaidah yang sudah umum. Munafikkah ? jawabannya ya terserah anda, munafik memang pakaian saya, yang penting topeng kepura - puraan ini ga ada yang tau, kecuali Tuhan dan diri kita sendiri .

Bersikap palsu, lain di hati lain dibibir, penuh dengan basa - basi bukankah itu sikap keseharian kita, maaf saya maksudnya. Lha wong saya sudah tidak terhitung berapa banyaknya saya tersenyum palsu, memuja palsu, dan berbuat palsu. " Lho, Sar memang kita hidup di zaman yang serba palsu, jadi kita harus berpalsu - palsu", itu kata teman saya memberi dorongan atas sikap palsu saya ." Tapi kamu sebaiknya pilih - pilih orang dalam berpalsu", maksudnya: dengan atasan kita harus berpura - pura rajin bekerja, rajin memuji dan rajin menjilat, jika teman gaul kita itu orang berpunya, berlevel, punya status dan berpenghasilan ok, kita malah dituntut untuk lebih over dalam berpalsu. Kata teman saya lagi untuk mendapatkan jejaring dan kesempatan ( kesempatan apa aja lah ! ) sikap berpalsu ria itu amat perlu.

Jadi apa hubungannya dengan tahun yang silih berganti, lha saya tetap saya yang lama, manusia yang itu - itu juga, beramal palsu, solat palsu, soleh palsu, ramah, anggun sampai sikap sederhana dan rendah hati yang saya tampilkanpun palsu.Waktu berlalu dari waktu - kewaktu yang cuma menghasilkan manusia - manusia yang gak bermutu, ya manusia macam saya ini.

Selamat Tahun Baru ( yang ini semoga tidak palsu ) saya ucapkan hanya kepada dunia yang mungkin sudah bosan dengan sikap palsu, pendefinisian, pengkotakkan, kategorisasi dari semua waktu - waktu yang tlah berlalu tidakkah menuju kesesuatu yang baru ?, ya..saya ga tau jawabannya. Lha saya juga sudah mumet karena terus berpalsu