Senin, 03 September 2007

Kematian yang gue ga tau kapan


Bulan Agustus ini dua kali gue melayat. Pertama gue ngelayat anak bos yang meninggal karena kecelakaan. Layatan kedua tetangga gue sendiri yang meninggal karena usia dan juga sakit yang tak kunjung sembuh.

Diwaktu - waktu seperti itu gue kadang diliputi mood yang aneh.Mood yang jujurnya bikin gue sedih tanpa sebab ( karena jujur gue kadang melayat jenasah yang secara emosionil ga ada hubungan apa - apa, jadi gue sedih aja ama diri gue dan peristiwa kematian itu sendiri) .

Kadang kematian membuat gue nyadar dan berpikir; kita, gue bakal begitu. Pikiran gue cuma gimana gue kelak ngadepinnya, kalo malaikat maut gue ga mungkin ga takut yang ada gue malu ama yang nyiptaain dia dan yang nyiptaiin gue. Sayangnya rasa malu itu ga ngejadiin gue berusaha keras untuk melakukan hal - hal yang kelak tidak mempermalukan gue dihadapan Dia. Gue masih aja jadi manusia sok pintar, belagu, sok tau dan sok - sok lainnya.Apalagi amalan gue weee masih jauuuh yang ada juga riya.

Kematian dia adalah kepastian
Dia adalah keniscayaan. Meski waktu tahu, dia pasti membisu dan tak kan memberi tahu.Tapi buat gue, pastilah ada tapi entah kapan, Dia yang akan datang, tanpa batas tanpa sekat tak terkendali dia datang menghampiri. Gue pengen saat itu, gue udah punya sesuatu yang ga bikin gue malu.