Rabu, 05 September 2007

WARTAWAN GOSIP/INFOTAIMENT

Era ini adalah era wartawan gosip/wartawan infotaiment. Tersfasilitasi oleh wadah multimedia berita - berita yang disajikan oleh para pemburu/penggosip ini mendapat tempat yang layak bahkan tak jarang mendapat rating tertinggi. Pangsa pasar yang begitu besar mendapat sambutan dengan banyaknya suguhan gosip yang selalu tersedia dan seakan tak ada habisnya tersaji lewat media cetak maupun media audio visual. Akankah ini representasi bangsa kita ?, bangsa yang cuma haus berita murahan dibanding berita - berita yang lebih bermutu dan bermanfaat ? yang kemudian dimanfaatkan oleh beberapa pemilik modal besar khususnya yang bermain di industri hiburan . Kegigihan para insan pers khususnya pembawa bendera infotaiment untuk mendapat pengakuan bahwa profesi mereka adalah sejajar dengan wartawan/pencari berita fakta lainnya pastilah mendapat dukungan penuh dari para bos pemilik modal itu.

Jadi zaman yang berpihak pada kita - kita yang lebih gemar mengosip, atau " mereka - mereka " yang mengendalikan zaman dengan menciptakan/menstimulus " naluri"? bangsa ini dengan membombardir suguhan - suguhan gemerlap gosip seleb dan public figure.

Teori apa yang tepat untuk mewakili fenomena ini ? . Siapa yang lebih punya andil menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang hanya pintar bergosip, bergunjing, menebar issu atau bahkan fitnah. Terlepas dari perlindungan hukum pers akan keberadaan mereka . Kita sudah menyedikan ruang luas dan bebasan untuk berita murahan yang berdaya jual tinggi tanpa mau peduli . Peduli bahwa kepintaran mengejar gosip, issue ditambah pendramatisiran " berita " demi keuntungan kantong pribadi hanyalah pekerjaan yang hanya membutuhkan " kepandaiaan " yang tidak tergolong educated dan jauh dari etika dan nilai jurnaslitik sesungguhnya.